Tuesday, April 3, 2012

seperangkat editing standart vendor program TV jakarta (use mac)



a. Satu set PC dan Monitor Mac
Merupakan perangkat utama proses editing, peralatan ini dilengkapi dengan software dan aplikasi editing berfungsi untuk membuka project editing dan mengolah audio video yang berbentuk data.

Gambar 1 Satu set PC dan Monitor Mac
b. Monitor Preview Sony
Perangkat ini digunakan untuk preview gambar dengan ukuran frame layaknya monitor televisi, dikoneksikan dengan monitor utama project editing.
Gambar 2 Monitor Preview Sony
c. Audio Mixer : Yamaha Mixing Console MG10/2
Perangkat ini digunakan untuk pengaturan audio dikoneksikan dengan komputer utama dan VTR, serta sebagai oudio monitor yang dikoneksikan dengan speaker.


Gambar 3 Audio Mixer
d. Speaker :  MS 40 dengan source digital dan analog
Perangkat ini digunakan preview/memonitor audio dari project, speaker ini dikoneksikan dengan audio mixer.

Gambar 4 Speaker MS 40
e. UPS APC 1500
Perangkat ini dihubungkan dengan voltage regulator memiliki fungsi menyalurkan dan menyimpan daya listrik sebagai antisipasi pemadaman aliran listrik yang mendadak. Semua perangkat dalam studio yang memerlukan aliran listrik akan dihubungkan dengan port power dari perangkat ini. Jika aliran listrik padam UPS akan menjaga peralatan dalam studio menyala dan bertahan hingga lima jam.
Gambar 5 UPS APC 1500
f. Voltage Regulator Minamoto SM 3000
Perangkat pengatur tegangan listrik, berguna untuk mengatur tegangan listrik yang bersumber dari PLN dan disesuaikan dengan kebutuhan perangkat studio. Karena semua perangkat studio memerlukan aliran listrik yang stabil agar tidak mudah rusak dan berfungsi dengan baik. Keluaran dari perangkat ini dihubungkan dengan UPS sebagai perangkat penyimpan daya untuk kemudian dihubungkan dengan semua perangkat studio yang memerlukan aliran listrik.
Gambar 6 Voltage Regulator
g. VTR ada beberapa jenis yang digunakan di PT. Grahandhika Visual antara lain Panasonic DVCPro, Sony DVCam, Sony Betacam SP. Program acara Tabir Sunnah untuk rekam materi biasa menggunakan pita Mini DVCam, maka tidak semua VTR dapat langsung digunakan ada beberapa yang harus menambahkan adapter seperti jika menggunakan VTR Panasonic DVCPro.
1) VTR Sony BetaCam SP digunakan untuk memutar maupun merekam audiovisual dengan pita kaset BetaCam.
Gambar 7 VTR Sony BetaCam SP
2) VTR Sony DVCam digunakan untuk memutar maupun merekam audiovisual dengan pita kaset DVCam. Proses editing program Tabir Sunnah biasa menggunakan VTR ini untuk proses capture dan print.
Gambar 8 VTR Sony DVCam
3) VTR Panasonic DVCPro digunakan untuk memutar maupun merekam audiovisual dengan pita kaset DVCPro. Tabir Sunnah akan menggunakan VTR ini dengan adapter MiniDV, jika VTR DVCam sedang trouble ataupun digunakan untuk keperluan lain.
  Gambar 9 VTR Panasonic DVCPro
4) Adapter MiniDV perangkat yang digunakan untuk mengadaptasikan pita kaset MiniDV pada VTR DVCPro.
Gambar 10 Adapter MiniDV
h. Blackmagic Video Capture Card Dengan Konektor video DeckLink Extreme Yaitu video capture yang menyediakan fasilitas koneksi analog (component) maupun digital (SDI) demikian pula audio analog dan digital, termasuk kabel koneksi RS 422 untuk mengotrol VTR dari komputer. Jadi jika menggunakan VTR BetaCam SP maupun BetaCam Digital dapat mengcapture dengan kualitas optimal. Contoh kabel koneksi dan diagram koneksi ke peralatan pendukung:

      Gambar 11 Kabel DeckLink extreme
Diagram 1 Koneksi DeckLink dengan perangkat studio

komunikasi, televisi dan pasar


Perkembangan media komunikasi dewasa ini makin beragam dan menawarkan berbagai kemudahan. Dahulu manusia berkomunikasi dengan media bahasa secara lisan atau percakapan, kemudian media tulis dan berkembang media audiovisual. Kecanggihan teknologi adalah penyumbang utama perkembangan ini, perangkat pendukung audiovisual pun beragam seperti televisi, internet, video player, film dan lain sebagainya. Masing-masing  perangkat memiliki karakter dan keunggulan yang berbeda. Dari perangkat tersebut televisi menjadi media yang mendominasi di masyarakat  dan hampir setiap rumah memilikinya.
Televisi merupakan sebuah media telekomunikasi yang digunakan untuk menerima gambar bergerak beserta suara sehingga tayangan tampak hidup dan nyata, apabila seorang tidak mendengar audio dengan jelas maka visual menjadi pendukung utama untuk menjelaskan isi tayangan. Keunggulan lain dari televisi adalah mampu memberikan penekanan secara efektif terhadap pesan atau maksud yang dituju dengan memberi pemusatan pandangan melalui visual/gambar. Sedangkan media lain seperti radio hanya berupa audio tanpa pendukung lain, media cetak hanya berupa visual yang butuh waktu untuk memahami dengan jelas bahkan yang hanya berupa tulisan maka seorang buta aksara tidak bisa menikmatinya.
Televisi memiliki pengaruh yang dahsyat karena penggunaan medium elektronik mampu memperkeras, memperluas dan mempertajam materi yang dipaparkan (Fred Wibowo, 2007: 18). Pada awal perkembangannya siaran televisi di Indonesia di lakukan oleh Televisi Republik Indonesia atau TVRI pada tahun 1962. Media ini menjadi media pemerintahan untuk menyampaikan informasi, memberikan edukasi serta hiburan pada masyarakat. Selama 27 tahun masyarakat Indonesia hanya bisa menyaksikan satu saluran televisi saja, kemudian sejak tahun 1989 perijinan siaran untuk televisi swasta digulirkan muncul beberapa stasiun televisi yaitu RCTI, TPI, INDOSIAR, TRANSTV, METROTV dan lainnya.
Masyarakat semakin dimanjakan dengan berbagai tayangan program yang variatif, kompetisi antar stasiun untuk mendapatkan tempat dihati penonton mendorong munculnya program-program baru. Lebih jauh televisi lokal berkembang di berbagai daerah seperti di Yogyakarta ada stasiun RBTV, JOGJATV, ADiTV kemudian di Jawa Timur stasiun JTV, dan dibeberapa kota di Jawa Timur seperti SAKTIMadiun, BatuTV, DOHOTV dan lainnya.
Sekarang ini televisi tidak dilihat lagi sebagai sarana pendidikan (dalam arti pendidikan formal) dan juga tidak seharusnya (meskipun de facto demikian) sebagai alat promosi perdagangan. Lima fungsi yang pada umumnya diakui yaitu pengawasan situasi masyarakat dan dunia, menghubungkan yang satu dengan yang lain, menyalurkan kebudayaan, hiburan dan pengerahan masyarakat untuk bertindak dalam keadaan darurat (Ruedi Hofmann, 1999:54).
Televisi memiliki nilai informatif, edukatif dan hiburan, idealnya adalah nilai tersebut tersaji secara proporsional. Namun kecenderungan pada salah satu nilai akan muncul pada sebuah program acara televisi, dimana nilai hiburan adalah nilai yang paling laris. Ketika penonton dalam kejenuhan, rasa capek dan butuh hiburan televisi menjadi media termurah untuk mendapatkan hiburan apalagi dengan berbagai pilihan program yang variatif. Kepentingan bisnis menjadi kepentingan yang  tak terbantahkan dari sebuah stasiun televisi untuk menjaga keberlangsungan siaran, sehingga terkadang tayangan kurang memperhatikan kualitas program.
Kebutuhan masyarakat adalah modal utama sebuah stasiun televisi memproduksi sebuah program acara, karena audience adalah pasar. Produk media merupakan komoditi atau jasa yang ditawarkan untuk dijual kepada sekumpulan konsumen tertentu yang potensial, yang bersaing dengan produk media lainnya. Calon konsumen atau konsumen sebenarnya ini dapat diacu sabagai pasar…(Denis McQuail, 1994: 205).

Monday, April 2, 2012

Program acara televisi

a. Pengertian program acara televisi
Berasal dari programme (Inggris) atau program (Amerika), yang berarti acara atau rencana. Acara  atau program adalah segala hal yang ditampilkan oleh stasiun penyiaran untuk memenuhi kebutuhan atau yang diinginkan audience-nya (Iman Santoso, 2010: Hand Out). Program yang ditayangkan stasiun televisi tidak harus diproduksi sendiri melainkan dapat bekerja sama dengan pihak luar stasiun televisi, misalnya dengan production house atau instansi pemerintah dan swasta. Pada umumnya pihak perencanaan siaran mengatur jadwal penayangan satu program televisi berdasarkan perkiraan kecenderungan menonton program tersebut.

b. Karakteristik program acara televisi
Suatu program televisi selalu mempertimbangkan agar program acara tersebut digemari oleh penonton. Semakin banyak penonton maka program semakin sukses pula pada kepentingan komersilnya. Untuk itu ada empat hal yang mendasari karakter suatu program, yaitu:
1) Product, berhubungan dengan materi program yang dipilih harus bagus dan bisa menarik penonton. Untuk itu televisi komersial banyak mengangkat materi yang unik, sensasional ataupun yang sedang menjadi trend di masyarakat.
2) Price, yaitu biaya yang harus dikeluarkan untuk memproduksi atau membeli suatu program, sekaligus menentukan tarif bagi pemasang iklan.
3) Place, yaitu ada waktu siaran yang sekiranya tepat untuk program tersebut. Pemilihan waktu siar yang tepat akan membantu keberhasilan program tersebut.
4) Promotion, yaitu bagaimana memperkenalkan kemudian menjual acara itu sehingga dapat mendatangkan iklan atau sponsor.

c. Jenis-jenis program acara televisi
 Jenis program televisi ada 2 bagian besar :
1) Informasi/Berita
Menurut Mitchel V. Charnley Berita adalah laporan tercepat dari suatu peristiwa atau kejadian yang faktual, penting, dan menarik bagi sebagian besar pembaca, serta menyangkut kepentingan mereka. ( M. Romli, 2003: 5). Jurnalistik televisi bertolak dari orientasi audiovisual. Oleh karena itu, apa yang dilaporkan oleh reporter adalah berita untuk mata dan telinga. Ada dua bentuk program berita televisi yang pertama yaitu hard news corak berita yang mengandung konflik dan memberi sentuhan-sentuhan emosional serta melibatkan tokoh masyarakat atau orang termasyur. Berita ini biasanya memiliki tegangan politik yang tinggi, sangat istimewa dan mengandung konflik atau pertentangan, dengan cara penulisan tertentu berita tersebut dapat memberikan emosi kepada masyarakat. Program yang termasuk hard news antara lain straight News, features dan infotaiment. Bentuk kedua yaitu soft news berita dengan corak ini biasanya berupa berita ringan atau bisa berupa berita yang mengandung konflik yang menegangkan namun dikemas dengan pemilihan materi visual dan penyusunan gambar yang tidak menonjolkan segi-segi menegangkan dengan narasi yang agak umum. Program televisi dengan bentuk sajian soft news antara lain current affair, magazines, talk show dan documentary. (Fred Wibowo, 1998: 136)
2) Hiburan (entertaiment)
Hiburan adalah jenis program televisi yang bertujuan memberikan kesenangan pada penonton biasanya dikemas dengan gaya artistik meskipun karya jurnalistik juga bisa dijadikan program hiburan tentunya dengan sentuhan artistik. Berbagai bentuk program acara dapat masuk ketegori ini antara lain program musik, drama, permainan atau gameshow, reality show, pertunjukkan seni budaya, dan lain sebagainya.

Tidak semua televisi memiliki seluruh kategori program dalam penyiarannya. Ada televisi yang segmented hanya menyajikan beberapa kategori program sebagai pelengkap. Misalnya Metro TV, yang merupakan televisi yang mengkategorikan program-programnya pada pemberitaan disamping itu program acara hiburan juga disajikan untuk melengkapinya.

Sunday, April 1, 2012

Tahapan produksi program acara televisi

Suatu program acara televisi memerlukan perencanaan dan pertimbangan yang matang untuk dapat diproduksi. Mulai dari materi yang menarik, tersedianya sarana dan biaya, serta organisasi pelaksana. Suatu produksi program yang melibatkan banyak peralatan, orang dan biaya yang besar memerlukan suatu organisasi yang rapi agar pelaksanaan produksi jelas dan efisien.
Tahapan produksi menurut Gerrald Millerson terdiri dari tiga bagian yang biasa disebut dengan standard operation procedure (SOP),yaitu:

1) Pra-Produksi
Merupakan tahap perencanaan dan persiapan dari sebuah produksi, tahap ini meliputi:
a) Ide atau gagasan, yaitu penemuan atau pemilihan ide apakah menarik dan layak dijadikan sebuah program. Kemudian dilanjutkan dengan riset dan pengembangan gagasan tersebut.
b) Pembuatan naskah kasar serta treatment produksi dari hasil pengembangan gagasan dan riset.
c) Perencanaan awal, tahap ini meliputi perencanaan interprestasi produksi (planning meeting), stage desain, tata cahaya, tata suara, make up, wardrobe dan fasilitas teknik.
d) Pengadaan casting dan menentukan artis, kemudian blocking dan penyempurnaan naskah.
e) Perencanaan teknis, tahap ini untuk menentukan peralatan yang dibutuhkan sesuai konsep seperti pemilihan kamera. Perencanaan grafis, konstruksi produksi, penyelesaian administrasi kontrak dan perijinan, budgeting serta pemantapan produksi.
f) Rehearsal script, yaitu naskah yang digunakan untuk persiapan ketika latihan, dalam naskah ini sudah tercantum secara detil tentang setting, karakter, dialog dan adegan.
g) Pra-studio rehearsal, dimulai dengan briefing kru serta reading para pemain yang dipimpin oleh sutradara atau pengarah acara. Pengarah acara mengarahkan pemain, blocking, posisi, pengadeganan sesuai dengan treatment yang dibuat.
h) Run trough, dimana rehearsal studio dilakukan mulai dari blocking kamera, tata cahaya, tata artistik dan pemain melakukan latihan hingga terbiasa dan nyaman di studio.

2) Produksi
Setelah perencanaan dan persiapan matang, maka pelaksanaan produksi dimulai. Pengarah acara memimpin jalannya produksi bekerjasama dengan kru dan artis yang terlibat. Masing-masing kru melaksanakan tugasnya seperti rehearsal yang telah dilakukan sebelumnya dan sesuai naskah maupun rundown yang ada.
Apabila program acara bukan live show maka semua shot dicatat oleh bagian pencatat dengan menyertakan timecode, isi adegan, dan tanda bagus atau tidak. Catatan ini nantinya akan berguna saat proses editing. Biasanya gambar hasil shooting dikontrol setiap akhir shooting hari itu juga untuk melihat apakah hasil pengambilan gambar sudah bagus. Apabila tidak maka adegan itu perlu diulang pengambilan gambarnya.

3) Paska-produksi
Merupakan tahap akhir dari sebuah produksi program acara televisi, setelah produksi lapangan maka materi masuk dalam pos editing. Tahap ini meliputi:

a) Editing
Proses penyusunan gambar menjadi sebuah cerita yang padu dan barkesinambungan sesuai konsep naskah. Dalam tahap editing ini yang pertama dilakukan adalah:
1) Editing offline
Yaitu memilah materi yang dianggap bagus sesuai catatan selama produksi berlangsung. Kemudian dilakukan capturing atau digitizing yaitu mengubah hasil gambar dalam pita menjadi data file. Dalam editing offline ini gambar disusun mengikuti urutan adegan namun bisa dimulai dari adegan manapun mungkin dari tengah awal baru akhir, baru kemudian disusun berurutan .
2) Editing online
Tahap ini adalah penyempurnaan dari editing offline yaitu penambahan insert, pemberian efek gambar, suara, transisi, musik, credit title dan penyesuaian durasi tayang.
3) Mixing
Setelah semua komponen gambar dan suara selesai disusun selanjutnya adalah mixing audio sesuai standar penyiaran. Disini proporsi suara diatur mana suara yang perlu dominan dan mana yang dijadikan backsound jangan sampai suara saling mengganggu. Setelah semua selesai maka selanjutnya adalah print to tape atau diubah kembali kedalam pita kualitas broadcast.

b) Preview
Sebelum program diprint untuk disiarkan maka dilakukan preview oleh produser untuk memastikannya program sudah benar-benar fix. Jika ternyata masih terjadi kesalahan maupun perlu dikurangi atau ditambah sesuatu maka dilakukan revisi kembali. Setelah revisi fix barulah print on tape dan siap tayang. Kaset atau Tape yang digunakan masing-masing stasiun televisi belum tentu sama ada yang menggunakan jenis pita Betacam, DVCPro, DVCam dan lainnya.

c) Tranmisi
Setelah semua urusan editing selesai selanjutnya masuk pada bagian tranmisi yaitu bagian on air penyiaran program.

Sense of story telling


Sense of story telling adalah sesuatu yang harus dimiliki seorang editor, ia harus mengerti konstruksi dari struktur cerita yang menarik, kadar dramatik yang ada dalam shot-shot yang disusun dan mampu mengesinambungkan adegan/cerita dari awal hingga akhir. Pada prinsipnya proses paska produksi oleh editor ini berdasarkan naskah yang telah disepakati, ia hanya menyusun shot dan menggabungkan insert serta musik berdasar instruksi naskah dan pengawasan seorang sutradara. Kejelian dan ketelitian adalah hal yang wajib dimiliki oleh seorang editor mulai dari pemilihan shot, penyusunan adegan, pemberian insert, pemberian backsound, musik, transisi, colouring, titling dan sebagainya.
Hasil dari sebuah produksi program tergantung pada semua elemen dan proses produksi, jika manajemen baik, produksi lancar namun editing tidak bagus maka hasil program juga tidak maksimal. Tugas finishing atau penyelesaian akhir dari sebuah produksi program menjadi sangat penting peranannya, jika terjadi kekurangan dalam produksi yang tidak terlalu fatal maka bisa dimanipulasi dalam proses editing. Menjadi seorang editor yang baik harus memahami cerita, karakter media tayang, komposisi gambar dan suara dan sebagainya. Merupakan bagian penting editor adalah anggota tim terakhir yang menentukan hasil akhir dari produksi sebuah program acara