Saturday, March 31, 2012

Editing non-linear (digital editing)

Proses editing dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan editing linear dan non-linear. Editing linear atau A/B Roll editing adalah proses mengedit gambar secara manual (analog), yaitu penyuntingan dilakukan dengan dua player dan satu recorder, cara ini mengizinkan transisi cut to cut saja. Selanjutnya muncul penyuntingan dengan dua player dan satu recorder yang dilengkapi mixer yang menyediakan transisi dissolve, wipe, dan beberapa pola lain. Karena sifatnya yang linear, jika terjadi perubahan di bagian depan atau tengah maka seluruh rangkaian di belakangnya harus diulang kembali.
Hadirnya teknologi digital video editing memungkinkan dilakukanya editing non-linear atau pengerjaan editing tidak harus berurutan seperti dalam editing linear, tetapi berdasarkan sekuensi, bisa sekuensi akhir dulu, tengah dilanjutkan depan atau sebaliknya.
Metode ini membutuhkan perangkat komputer yang memadai, tahapan-tahapan editing non-linear adalah sebagai berikut:
1) Membuat project
Merupakan langkah awal editing setelah membuka software editing, memberi nama dan lokasi penyimpanan project.
2) Capturing 
Proses memindahkan hasil rekaman dari sumber berupa digital video tape (miniDV, Digital8, dan lainnya) ke dalam hardisk komputer, menggunakan koneksi firewire atau SDI (Serial Digital Interface).
3) Digitizing
Yaitu proses menjadikan format digital dari sumber video analog (VHS, S-VHS, BetaCam SP) yang direkam menggunakan CamCorder dan di pindahkan ke dalam hardisk komputer, menggunakan koneksi komposit (RCA) atau S-video atau komponen (BNC).
4) Importing
Proses memanggil atau memasukkan file yang sudah berada dalam hardisk ke dalam project editing.
5) Story line contruction
Menyusun sebuah deratan klip yang membentuk suatu cerita berdasarkan naskah yang ada. Proses penyusunan didahului dengan editing offline yaitu berupa susunan kasar (rough cut) secara keseluruhan, kemudian berlanjut pada editing online dan menambahkan transisi, narasi, musik efek dan lainnya. Hal yang dilakukan dalam tahap menyusun cerita adalah:
a) Memotong gambar
Memisahkan bagian gambar yang dibutuhkan untuk dimasukkan dalam rangkaian visual.
b) Menyusun gambar
Menyusun rangkaian gambar yang telah dipisah-pisahkan menjadi sebuah rangkaian visual yang bercerita sesuai naskah
c) Memberi transisi
Memberikan efek transisi untuk memperhalus perpindahan gambar maupun transisi suara.
d) Memasukkan musik dan sound effect
Menambahkan musik ilustrasi dan sound effect sabagai pendukung suasana gambar serta menghindari tayangan yang membosankan.
e) Memasukkan narasi
Apabila program membutuhkan sebuah narasi untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai visual.
f) Memberi efek
Memberikan efek pada rangkaian gambar untuk meyelaraskan gambar dan membuat gambar lebih menarik, pemberian efek bisa juga dilakukan pada suara.
g) Menambahkan grafis
Menambahkan grafis berupa logo ataupun gambar sebagai penunjang rangkaian gambar.
h) Titling 
Menambahkan tulisan berupa identitas grafis ataupun tulisan sebagai penunjang rangkaian visual agar lebih informatif.
6) Coloring dan Mixing
Setelah selesai semua susunan gambar dan suara tahap selanjutnya adalah coloring yaitu menyamakan warna dari masing-masing klip dengan melakukan color corection untuk menghasilkan gambar yang bagus. Sedangkan mixing untuk menyamakan tingkat suara jangan sampai ada yang berlebih dan ada yang tidak terdengar dengan jelas.
7) Rendering dan exporting
Merender hasil edit dalam project agar gambar dapat preview dengan lancar. Melakukan preview bertujuan untuk memastikan rangkaian gambar dan suara sudah benar secara keseluruhan, jika belum maka perlu dilakukan revisi. Setelah semua benar maka selanjunya adalah exporting atau mengubah hasil akhir editing menjadi suatu format yang biasanya berupa AVI ataupun MOV untuk bisa diputar diluar project. (Priyo Wintar Yunarto: 2006)

Setelah melalui tahapan-tahapan tersebut maka gambar telah menjadi suatu file tayangan yang dapat dinikmati namun baru bisa diputar menggunakan komputer. Maka perlu dilakukan mastering atau memindahkan file tersebut ke dalam suatu kaset (tape) maupun compact disk.

No comments:

Post a Comment